Srikandi News

Serangan bom saat ziarah Idul Fitri di Afghanistan

Berbagi Berita Ini Keteman
Sedikitnya tujuh perempuan dan beberapa anak tewas dalam sebuah ledakan bom di kuburan di Afghanistan timur.

Saat itu mereka sedang berziarah ke makam mendiang istri dari salah seorang pemimpin suku yang propemerintah di Provinsi Nangarhar, di hari Idul Fitri.
Bom dilaporkan meledak saat para penziarah sedang membaca Quran dan jumlah korban jiwa seluruhnya mencapai 14 orang, terrmasuk tujuh anak.
Juri bicara Provinsi Nangarhar mengatakan bahwa empat orang lainnya cedera akibat ledakan.
Dia menambahkan bahan peledak disembunyikan di dekat makam dan sampai saat ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab.
Serangan di provinsi di Afghanistan timur ini merupakan yang terbaru darlam serangkaian serangan selama ini, termasuk ledakan besar di Konsulat India di Jalalabad, ibukota provinsi, Sabtu (03/07) pekan lalu.

Arahan warga asing?

Sebelumnya saat salat Idul Fitri di ibukota Kabul, Presiden Hamid Karzai, mendesak Taliban untuk menghentikan pembunuhan atas warga sipil dan terlibat dalam proses politik di negara itu.
Karzai juga meminta Taliban tidak lagi diarahkan oleh warga asing dan mulai mendukung negara mereka sendiri.

"Anda bekerja untuk orang lain, (senjata) asing ditaruh di pundak Anda dan rakyat Afghanistan yang tidak berdosa dibunuh oleh senjata itu, rumah-rumah dihancurkan. Hentikan dan jadilah orang Afghanistan," katanya.

Sementara, juga pada hari Idul Fitri, sebuah bom bunuh diri menewaskan sedikitnya lima orang dan 15 lainnya cedera di Provinsi Balukistan, Pakistan
Serangan terjadi di kantor polisi di ibukota Quetta, ketika para polisi memberikan penghormatan kepada rekan mereka yang ditembak mati beberapa jam sebelumnya.
Provinsi Balukistan merupakan salah satu kawasan di Pakistan yang paling sering dilanda kekerasan, baik akibat konflik sektarian antar umat Sunni dan Syiah maupun terkait gerakan separatis Balukistan.
Dua hari lalu, Rabu 6 Agustus, Sedikitnya 16 tewas dalam 2 serangan militan di provinsi itu.(AFP/BBC)